Kapan Waktu Yang Tepat Menyembelih Hewan Kurban?

Avatar photo
Menyembelih Hewan Kurban

MEDIA ID – Banyak yang bertanya tentang waktu yang tepat untuk Menyembelih Hewan Kurban. Berikut ringkasan jawaban dari Kyai Ma’ruf Khozin. Membagikan daging hewan sebelum Hari Raya Idul Adha bagus, tapi bukan sebagai Kurban. Melainkan sebagai sedekah. Namanya sedekah sudah pasti berpahala.

Jika sebelum Salat Idul Adha tidak bisa disebut Kurban. Karena aturan Fikihnya sudah jelas berdasarkan hadis-hadis sahih. Ibadah Qurban sudah memiliki aturan baik waktu atau syarat lainnya.

1. Awal Masuk Waktu Penyembelihan

مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ الصَّلاَةِ فَإِنَّمَا يَذْبَحُ لِنَفْسِهِ ، وَمَنْ ذَبَحَ بَعْدَ الصَّلاَةِ فَقَدْ تَمَّ نُسُكُهُ ، وَأَصَابَ سُنَّةَ الْمُسْلِمِينَ
Hadis: “Barangsiapa menyembelih sebelum salat maka ia hanya menyembelih untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang menyembelih setelah salat maka telah sempurna ibadah Kurbannya dan sesuai dengan sunat umat Islam” (HR al-Bukhari dari Anas)

2. Akhir Waktu Penyembelihan

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ طُعْمٍ وَذِكْرِ اللَّهِ ». قَالَ مَرَّةً « أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ »
Hadis: “Hari-hari Tasyriq -11, 12 dan 13 Zulhijah- adalah hari-hari untuk makan, minum dan berdzikir kepada Allah” (HR Ahmad dan Nasai dari Abu Hurairah).

Kejadian seperti ini pernah dialami di masa Nabi:

قاﻝ ﺃﺑﻮ ﺑﺮﺩﺓ ﺧﺎﻝ اﻟﺒﺮاء: ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ، ﻓﺈﻧﻲ ﻧﺴﻜﺖ ﺷﺎﺗﻲ ﻗﺒﻞ اﻟﺼﻼﺓ، ﻭﻋﺮﻓﺖ ﺃﻥ اﻟﻴﻮﻡ ﻳﻮﻡ ﺃﻛﻞ ﻭﺷﺮﺏ، ﻭﺃﺣﺒﺒﺖ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺷﺎﺗﻲ ﺃﻭﻝ ﻣﺎ ﻳﺬﺑﺢ ﻓﻲ ﺑﻴﺘﻲ، ﻓﺬﺑﺤﺖ ﺷﺎﺗﻲ ﻭﺗﻐﺪﻳﺖ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﺁﺗﻲ اﻟﺼﻼﺓ، ﻗﺎﻝ: «ﺷﺎﺗﻚ ﺷﺎﺓ ﻟﺤﻢ»

Abu Burdah, paman dari Sahabat Barra’ berkata: “Wahai Rasulullah. Saya menyembelih kambing saya sebelum salat Id. Saya tahu sekarang hari untuk makan dan minum. Saya ingin kambing saya yang pertama disembelih di rumah. Lalu saya menyembelihnya dan saya makan sebelum saya berangkat ke salat Id.” Nabi bersabda: “Kambingmu itu kambing untuk makanan / bukan Kurban” (HR Bukhari).

Saya pribadi sejak 9 Zulhijah sudah menyembelih ayam kampung, lalu saya masak dan saya bagikan ke tetangga untuk dimakan di awal pagi 10 Zulhijah, karena untuk menunggu pembagian Kurban memang sampai agak siang. (KH Ma’ruf Khozin).