Buya Yahya sebut Maulanasyaikh Pendiri NW Ulama Besar

Avatar photo
Buya Yahya sebut Maulanasyaikh

MRSI – BUYA YAHYA SEBUT MAULANASYAIKH PENDIRI NW ULAMA BESAR

Mengenal ulama, tahu kehidupan ulama, belajar tentang ketauladanan dan dedikasi para ulama insyaAllah akan menghadirkan ketenangan jiwa, juga akan menjadi pembuka pintu hidayah Allah memupuk keimanan kita.

Kita akan bercermin dan berkaca dengan keagungan kehidupan ulama, akan memotivasi kita untuk tergerak berfastabiqulkhoirot, insyaAllah.

Guru besar kita Al-Magfurulah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid Al-Anfenaani, keulamaan dan kesolehannya memang diakui oleh guru-guru besar yang notabene ulama-ulama besar di Makkah Al-Mukarromah.

Termasuk ulama-ulama kita di Indonesia juga mengakui kebesaran Al-Magfurulah Maulanasyaikh. Satu diantaranya ulama kharismatik BUYA YAHYA, saya kutip pernyataan beliau dibawah ini:

“Alim besar, yaitu Syaikh Hasan Muhammad Al-Massyat. Dialah seorang alim besar di kota Mekah, seorang guru besar di sebuah madrasah Solatiyyah, madrasah terlama, yang keluar ulama-ulama besar dari tempat tersebut. Dengan Akidah yang sangat jelas Ahlussunnati Waljamaati, Al-Asyariyyati.

Termasuk ulama besar yang keluar dari masrasah Assaulatiyyah, kalau kita pergi ke Lombok sana, ada disana Syaikh Zainuddin Al-Anfenaani, yang beberapa belas tahun lalu wafat. Pendiri Nahdlatul Wathan.”

Ulama yang sah mengatakan dia ulama adalah ulama diatasnya, seperti misalnya gubernur, yang melantik dia jadi gubernur tentu pejabat diatasnya.

Demikian juga baru afdol seseorang disebut ulama, karena memang orang yang jadi ulama yang menyebutnya ulama.

Siapa yang tidak kenal Al-Mukarram Buya Yahya? dan beliau menceritakan dalam dakwahnya bahwa salah satu ulama besar yang keluar atau tamatan madrasah Asaaulatiyyah adalah guru besar kita Maulanasyaikh.

Semoga berkat kita mencitai para ulama, kita kelak diakhirat bisa mengikuti para ulama masuk sorga bigoirihisab, seperti doa yang sering dipanjatkan oleh Syaikh Zainuddin Al-Anfenaani.

(Diary Rabiul Akhir (32) Rabu 26 Rabiul Akhir 1443 H / 1 Desember 2021)

Sumber: Al-Ustadz Abdul Manan Marda