Berusaha untuk Selalu Ikhlas Dalam Mengerjakan Kebaikan

MEDIA IDKalam Santri, Imam Syafi’i pernah berkata; ‘’Betapa aku senang, jika semua ilmu yg aku ketahui dimengerti oleh semua orang maka dengannya aku mendapatkan pahala, meskipun mereka tidak memujiku.

Kata imam Syafi’i diatas menjelaskan tentang keikhlasan beliau dalam mengerjakan kebaikan tidak semata-mata ingin dipuji. Kata yang berbunyi “Meskipun mereka tidak memujiku” bisa diterjemah bahwa beliau ikhlas semata mata karna Allah SWT. Bukan karna ingin mendapatkan balasan apapun.

Kaitannya dengan kata-kata diatas, guru kami Al-Ustadz Husnul Haetami QH. Mengajarkan kepada kami tentang berusaha ikhlas dalam mengerjakan kebaikan, termasuk melakukan kebaikan di tempat menuntut ilmu, beliau mengatakan  ’’Di pondok adalah tempat Mengabdi bukan tempat mencari Nasi”.

Dari ungkapan tersebut hampir sama maknanya dengan perkataan imam syafi’i diatas. yang berarti bahwa di pondok adalah tempat kita berjuang, di pondok adalah tempat kita mengabdi, dipondok adalah tempat kita mencari ridho Allah SWT. Bukan untuk mencari perhatian atau pujian dari orang banyak.

Perlu untuk diperhatikan dalam menuntut ilmu hendaknya terlebih dahulu untuk memperbaiki niat. Karena jikalau kita belajar masih terdapat niat bukan semata-mata karna Allah SWT. Maka semua yang kita pelajari, akan sia-sia dan tidak akan bermanfaat bagi orang orang banyak.

Didalam Kitab Hadits Arba’in An-Nawawi, terdapat di hadits pertama mengatakan yang artinya ’’Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya seseorang itu hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya.

Barang siapa yang hijrahnya karna Allah dan Rasulnya, maka hijrahnya dinilai karena Allah dan Rasulnya, dan barang siapa hijrahnya karna harta dunia yang hendak diraihnya atau karna Wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu hanyalah kepada apa yang menjadi tujuan hijrahnya.

Dari itu, dapat kita ambil pelajaran untuk tetap Berusaha Ikhlas Dalam Mengerjakan kebaikan.

Ikhlas dalam mengerjakan kebaikan adalah perkara yang mudah, tetapi sangat sulit untuk dipraktikkan agar selalu istiqomah).

Dipih Diandra Ahmad, Santri Rumah Quran Nahdlatul Wathan Lombok (*)