Bermanfaat untuk Orang Lain Dengan Ilmu Dan Akhlak Mulia

MEDIA ID -Setiap orang akan ditinggikan derajatnya oleh Allah swt. Dengan berbagai cara. Ada yang ditinggikan derajatnya karena alim dan kesholehannya.

Adapun juga karena ia seorang penghafal Al-Quran atau juga karena mulia akhlaknya dihadapan orang sekitarnya.

“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia yang lain”
Ungkapan hadist diatas menunjukkan bahwa manusia yang paling utama adalah yang mampu memberi manfaat untuk saudara se-imannya, ini menunjukkan bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain.

Namun, jika ingin bermanfaat atau berguna bagi orang lain, haruslah memperbaiki diri terlebih dahulu dengan cara memperbaiki akhlak.

Nabi Muhammad S.A.W adalah sebaik baik manusia yang pernah ada di mukabumi ini juga beliau orang yang sangat bermanfaat dan berjasa kepada seluruh ummat manusia. Beliau diutus di muka bumi ini tidak lain hanyalah untuk memperbaiki akhlak, seperti yang beliau sabdakan dalam satu riwayat :
artinya : “Tidak lain aku diutus di muka bumi ini hanyalah untuk menyempurnakan akhlak”

itulah mengapa dalam sebagian atsar para ulama terdahulu mengatakan : Adab itu Diatas Ilmu

Sebelum menuntut ilmu diwajibkan bagi kita mempelajari adab terlebih dahulu, karena banyak orang yang berilmu namun tidak beradab dan berakhlak, seperti halanya Iblis laknatullah, sebelum ia diturnkan ke bumi ia adalah pemimpin para malaikat dan bergelar sayyidul malaikah (pemimpinnya para malaikat).

Namun, karena ia tidak berakhlak kepada Allah S.W.T dengan tidak taat atas perintahnya, ia dikeluarkan dan dilaknat oleh Allah dari dalam surga.

para ulama adalah salah satu contoh orang orang yang bermanfaat dengan ilmunya. sebelum itu, mereka pasti merasakan pahitnya menuntut ilmu, karena ilmu tidak bisa didapatkan sepert membolak balikkan telapak tangan.

Alah S.W.T menjelaskan tentang pentingnya ilmu dalam firmannya :
Artinya : “Dan tidak sepatutnya orang orang mnukmin` itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dianatara setiap golongan diantara mereka tidak pergi memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya jika mereka telah kembali agar dapat menjaga dirinya” (QS. Attaubah :122)

Mafhum dari ayat tersebut adalah allah S.W.T ingin menjelasakan bahwa tidak setiap orang diwajibkan untuk berperang namun sebagian daripada kita diperintahkan untuk memperdalam ilmu pengetahuan agama agar bisa menjadi pengingat dan bermanfaat untuk saudara kita seiman.

Semoga kita bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk negara, agama, nusa dan bangsa serta orang orang disekeliling kita. Aamiin yaa rabbal’alamin. (*)

Yaday Husnial Fawa’id (Santri Rumah Quran Nahdlatul Wathan Lombok)