Asal Mula Budaya Baju Baru di Hari Raya, Simak Sejarahnya

Avatar photo

Lebaran memang selalu di tunggu oleh banyak orang terutama umat Islam, dimana perayaan setelah 1 bulan berpuasa menahan lapar dan dagaha. Disetiap negara akan memiliki tradisi masing – masing dalam menyikapai dan merayakan idhul fitri yang dinanti tak terkecuali di Indonesia. Di Indonesia ada budaya unik dimana ada tradisi membeli baju baru untuk lebaran, biasanya ini dinantikan oleh para bocil – bocil. Tapi bagaimana sejarahnya ketika lebaran selalu menggunakan baju baru berikut ulasannya.

Sejarah Memakai Baju Lebaran Baru.

Sejauh yang kami ketahui, praktik mengenakan pakaian baru pada acara-acara khusus telah ada setidaknya selama 50 tahun. Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosusanto, penulis buku Sejarah Nasional Indonesia, juga telah mendokumentasikan tradisi memakai baju baru di akhir tahun dalam buku mereka. Disebutkan dalam kitab sejarah bahwa tradisi ini mulai menggunakan pakaian baru di daerah Kesultanan Banten.

Terlepas dari kenyataan bahwa Banten adalah negara mayoritas Muslim, perlu dicatat bahwa selama periode ini, sebagai cara untuk menyambut datangnya Idul Fitri, warga rela melakukan ikatan dan ikatan untuk mencari pakaian baru.

Anda dapat membeli di pasar jika Anda punya uang. Namun, mereka yang tidak memiliki uang harus menunggu sampai mereka memiliki cukup uang untuk membeli pakaian gratis. Alhasil, di kesultanan Banten, banyak petani yang akan menjadi hitmen jika Lebaran tiba.

Selain Banten, Ternyata Tradisi kini telah menyebar ke Yogyakarta juga.

Pakaian adat saat lebaran juga hadir di pemerintahan baru Mataram baru, Yogyakarta, dengan mayoritas penduduk Muslim mengikuti ritual yang sama. Apalagi jika sudah sampai di penghujung minggu ketiga Ramadhan, saat semua orang sudah tidak sabar menunggu kedatangan baju baru mereka. Di Yogyakarta juga, begitu long weekend berlalu, masyarakat keluar mencari baju baru untuk dilabeli dengan label woven atau dibuat sendiri.

Tidak hanya itu, saat matahari mulai terbenam lebih dekat, cahaya obor mulai terdengar di kejauhan. Akibatnya, muncullah tradisi keliling takbiran yang sekarang banyak dilakukan.

Menurut Agama Islam

Menurut hukum Islam, bagaimana tanggapan yang tepat?, Kebiasaan membeli baju baru pada hari raya Lebaran tidak diwajibkan oleh Islam. Berikut kutipan dari hadits Al-Bukhari, sebagai berikut:

‘Wahai Rasulullah, belilah jubah ini dan berhiaslah dengan jubah ini di hari raya dan penyambutan,’” kata Umar kepada Nabi SAW.

Kepada Umar, Rasulullah bersabda, “Ini adalah shalat orang yang tidak memiliki tas.” Menurut H.R. Al-Bukhari

Ulama, berdasarkan hadits yang dikutip, menyatakan bahwa membeli baju baru saat musim liburan bukanlah suatu keharusan. Namun, Anda harus lebih sadar diri.

Hasyiah As-Sindi ala An-Nasa’i menjelaskan bias Salaf atau kafir lainnya selama musim Prapaskah:

“Menurut hadits ini, dapat disimpulkan bahwa menjalankan puasa di bulan Ramadhan termasuk praktik meninggalkan dosa-dosa masyarakat secara luas, dan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak membenarkannya.”..

Berdasarkan bukti-bukti tersebut, dapat disimpulkan bahwa membeli pakaian baru untuk merayakan Idul Fitri bukanlah suatu kebiasaan yang tidak dapat dibenarkan sebagaimana yang umumnya diyakini dalam Islam. Namun, umat Islam diajarkan untuk menahan napas saat berpuasa, seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.